Minggu, 30 November 2014

KELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP

KELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP
                 Lingkungan adalah sesuatu yang ada di sekitar manusia yang dapat memengaruhi kehidupan manusia. Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan benda dan kesatuan mahluk hidup termasuk manusia terlibat di dalamnya. Manusia harus menyadari bahwa lingkungan merupakan sarana pengembangan hidup yang harus dijaga kelestariannya.
                Dalam lingkungan hidup terdapat ekosistem, yaitu tatanan unsure lingkungan hidup yang merupakan kesatuan utuh menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas, dan produktivitas lingkungan hidup.
Unsur-unsur  lingkungan hidup dapat dibedakan menjadi tiga,yaitu:
a. unsure hayati (biotk)
                yaitu usur lingkungan hidup yang terdiri dari mahluk hidup seperti manusia, hewan, tumbuhan dan jasad renik.
b. unsur social budaya
                yaitu lingkungan social dan budaya yang dibuat oleh manusia berupa sistem nilai, gagasan, dan keyakinan dalam prilaku sebagai mahluk social.
c. unsure fisik (abiotik)
                yaitu unsure lingkungan hidup yang terdiri dari mahluk tak hidup seperti tanah, air, iklim, udara dan lain sebagainya. Keberadaan unsure ini sangat besar bagi kelangsungan hidup segenap kehidupan di bumi.

MASALAH  LINGKUNGAN  HIDUP
                Lingkungan hidup harus kita jaga kelestariannya sampai dunia ini berakhir. Siapapun wajib menjaga keindahan dan kenyamanannya. Jangan sampai  lingkungan kita hancur karena ulah kita sendiri. Meskipun dalam suatu pemerintahan terdapat peraturan tentang pelestarian lingkungan,tapi masih banyak manusia yang belum sadar dalam pelestariannya merupakan suatu kewajiban yang harus dipenuhi.
                Masalah lingkungan disebabkan oleh dua factor:
a.) ulah manusia
                contoh masalah lingkungan yang  disebabkan manusia dapat berupa pencemaran yang disebabkan oleh limbah industri, penebangan hutan yang tak terkendali,perdagangan dan pembasmian hewan liar yang dilindungi.
b.) factor alam
                Masalah lingkungan ini tidak disebabkan oleh manusia, melainkan oleh factor alami yang memang biasa terjadi karena pengaruh cuaca, iklim,sifat alam dan factor alam lainnya. Misalnya gunung meletus, banjir bandang,gempa bumi, kekeringan panjang dan lain sebagainya.
UPAYA PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP
                Upaya pelestarian lingkungan tidak harus dilakukan oleh pemerintah saja, melainkan oleh semua manusia yang hidup di bumi. Hal ini sangat penting,  karena generasi berikutnya akan ikut merasakan hidup di bumi. Kita tidak boleh memberikan beban lingkungan kepada anak cucu kita. Tapi mereka tetap harus kita ajarkan mengenai menjaga lingkungan.
                Mulai hari ini mari kita buang sampah pada tempatnya agar tidak terjadi penumpukan sampah yang dapat menyebabkan banjir, menanam pepohonan di lahan kosong agar tidak menyebabkan kelangkaan pepohonan dan terlebih lagi itu dapat mengurangi pemanasan global, tidak menganggu habitat binatang-binatang di alam bebas, jangan merokok dan membuang rokok di sembarang tempat karena dapat menyebabkan kebakaran dan yang terpenting adalah cintai lingkungan sebagaimana anda mencintai hal yang istimewa.

Anak Petani Menjadi Pengusaha Sukses

Najamuddin Bukan Main Kisah Anak Petani Menjadi Pengusaha Sukses

Lahir dan dibesarkan di keluarga miskin, membentuk karakter Najamuddin menjadi sosok pekerja keras dan pantang menyerah. Sejak kecil ia sudah harus melakoni pekerjaan yang semestinya dikerjakan orang dewasa. Hanya dengan mengandalkan hasil panen sawah, itupun cuma beberapa petak, Jafarruddin dan Hj. Sanong, yang tak lain adalah ayah dan ibu dari sebelas anak, sangat keteteran membiayai kebutuhan keluarga. Jangankan memikirkan pendidikan Najamuddin beserta saudara-saudaranya, biaya hidup sehari-hari saja, sulitnya bukan main. Praktis, hari berganti hari hanya berkutat pada upaya bertahan hidup (struggle for life), alih-alih menyusun perencanaan masa depan bagi anak-anaknya. Saat itu, masa depan bagi Najamuddin adalah gambaran akan kegetiran hidup yang siap mencengkram di masa depan.

Keadaan demikian yang menjadikan Naja kecil kala itu, sudah harus memikirkan hal-hal yang semestinya menjadi beban orang tua. Saat duduk di bangku sekolah dasar, Naja sudah harus bersiasat dengan waktu. Ketika waktu shalat Subuh baru saja berlalu, Naja sudah meninggalkan rumah, kala hari masih gelap. Dengan semangat khas anak Luwu, ia bergegas menyisir tiap jengkal semak belukar pedalaman di pinggiran kampung, mencari buah kelapa yang mungkin jatuh di malam tadi. Kalau kebetulan beruntung, kelapa tersebut ditenteng ke sekolah untuk ditukar dengan kue janda yang menjadi jajanan favorit saat itu. Kalau nasib lagi sial, terpaksa harus gigit jari menyaksikan teman-teman lainnya menikmati kue janda dikala istirahat belajar. Segera setelah pulang sekolah, Naja sudah ada di pinggiran kampung menggembala kerbau. Di kala musim tanam padi tiba, Naja harus ikut membantu orang tua membajak sawah. 


"PERNAH SUATU KETIKA, SAYA MEMBAJAK SAWAH PADA JAM DUA MALAM SEBAB KEESOKAN HARINYA, HARUS IKUT ULANGAN DI SEKOLAH", tutur Najamuddin seraya menerawang, saat menceritakan kisah hidupnya ke wartawan Tribun Palopo di rumahnya di kompleks Bumi Permata Hijau (BPH) Makassar. Memasuki bangku SMP, Naja tumbuh menjadi pemuda usia belasan yang berbadan kekar. Dengan postur kekar dan kuat, sudah tentu sangat menguntungkan. Dengan begitu, ia merasa lebih percaya diri melakukan pekerjaan-pekerjaan lebih berat. Pekerjaan lebih berat tentu penghasilannya lebih besar, begitu fikiran Naja muda saat itu. Pada usia setamparan anak SMP, Naja menjadi kuli angkut, kuli bangunan, dan melakoni pekerjaan orang dewasa lainnya.

Saat truk angkutan barang dari Makassar tiba, kami bersama beberapa orang di kampung, menjadi kuli angkut barang dari mobil ke toko-toko di sepanjang jalan di Belopa sampai di Bajo. Saat itu, diantara semua kuli angkutan, saya adalah kuli termuda. Dari pengalaman menjadi kuli angkut tersebut, Najamuddin merekam dengan baik denyut nadi kegiatan bisnis di wilayah tersebut. Lewat rekaman peristiwa ini, naluri bisnis anak Luwu yang dilahirkan pada tanggal 23 Februari 1968 ini, kian membuncah. Pendeknya, Najamuddin selalu berfikir untuk menghasilkan peser demi peser uang dari pekerjaan apapun, asalkan halal.
"SAYA TIDAK MENYESAL TERLAHIR DAN DIBESARKAN DARI KELUARGA PETANI YANG MISKIN" seloroh Najamuddin sambil mengenang masa lalunya. Sebagai anak kedua dari keluarga miskin di desa terpencil, Naja tidak pernah merasa risih apalagi gengsi melakukan pekerjaan yang menurut orang lain adalah pekerjaan kasar. Semua pekerjaan ini dilakoni hingga Najamuddin menamatkan bangku SMA di 1 Belopa.

Dari pengalaman hidup yang demikian berat dan menantang, sosok Najamuddin terbentuk menjadi pribadi yang tidak gamang menghadapi masa kini dan kikuk menatap masa depan.
"SAYA SELALU BERUSAHA MENJADI YANG TERBAIK DIMANAPUN SAYA BERADA",
tutur Naja. Di ruangan kelas, meskipun sebagian besar waktunya dihabiskan untuk bekerja di luar jam sekolah, saya tidak pernah tinggal kelas, bahkan selalu menjadi juara kelas. Naja berprinsip, biarpun anak desa, tetapi harus selalu tampil beda, demikian semboyannya yang diulang berkali-kali selama perbincangan itu. Selepas SMA, Najamuddin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi di Makassar, la masuk ke UMI (Universitas Muslim Indonesia). Disana, Naja mengambil jurusan hukum. Semester awal adalah masa paling berat bagi Naja saat itu. Sebagaimana mahasiswa di rantau yang mengandalkan kiriman dari orang tua, Naja tidak punya pengalaman demikian. Jangankan mengirimi uang, untuk hidup keluarga saja di kampung sangat berat. Pada saat yang sama, Naja tidak punya pilihan. la harus melanjutkan hidup di Makassar. Hal ini lagi-lagi memaksanya memutar otak menemukan siasat bertahan hidup (siasat survivalitas) untuk membiayai kuliah. Naja pun lalu memilih bergabung dalam kelompok pengusaha di Makassar. Dari sinilah, perlahan namun pasti, insting bisnis Najamuddin makin matang. Beberapa tahun setelah kuliah, Naja memilih hijrah ke Soroako. Disana ia dipercaya beberapa pengusaha lokal mengelola perusahaannya. Naja sempat mengendalikan empat perusahaan kontraktor di Soroako. Setelah mengetahui seluk beluk dunia kontraktor lebih mendetail, Naja pun mendirikan perusahaan kontraktor sendiri. Dalam rentang waktu lima tahun, Naja menjadi kontraktor tetap di PT Inco Soroako sampai saat ini. Tak berhenti disitu, Naja lalu mendirikan perusahaan penyedia jasa pengamanan. Perusahaan penyedia jasa pengamanannya mengalami perkembangan pesat. Saat ini, PT BPI sudah memiliki karyawan kurang lebih seribu orang yang dipekerjakan di perusahaan perusahaan BUMN dan swasta di hampir seluruh ka-bupaten di Sulawesi Selatan.

Setelah dirasa cukup mapan, dua tahun terakhir, Naja lalu memilih melakukan ekspansi ke Makassar. Tak butuh waktu lama, perusahaan Naja mampu mengambil peran penting di Makassar. Saat ini, perusahaannya merupakan salah satu mitra PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD), sebuah perusahaan konstruksi berskala nasional. Perjalanan hidupnya yang begitu pelik, keras dan penuh warna, membentuk sosok Naja menjadi pribadi pemikir dan pekerja keras. Tak pernah terlintas di benaknya, bahwa kelak akan mencalonkan diri menjadi seorang pemimpin di tanah Luwu. "Jangankan menjadi walikota ataupun Bupati, terfikir untuk menjadi kepala desa saja, saya tidak pernah", katanya. 


"BAYANGKAN, UNTUK MAKAN SAJA, KELUARGA SAYA MENGALAMI KEKURANGAN. BAGAIMANA MUNGKIN ANAK SEORANG PETANI MISKIN AKAN BERFIKIR MENJADI PEMIMPIN SAAT ITU" lanjutnya.


Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Tak ada yang bisa menduga nasib seseorang. Kalau hari ini, Naja berketetapan hati melangkah menuju kursi Walikota Palopo, tentu hal tersebut merupakan pilihan dan tekadnya. Baginya, ia merasa sudah waktunya untuk mengabdikan diri pada masyarakat. 


"SAYA ADALAH ANAK PETANI MISKIN. SAYA PERNAH JADI KULI ANGKUTAN. SAYA PERNAH JADI KULI BANGUNAN. SAYA PERNAH JADI BERANDALAN. HAMPIR SEMUA PEKERJAAN KASAR TELAH SAYA LAKUKAN. ITU MAKANYA, SAYA TAHU DAN SANGAT MEMAHAMI JERITAN HATI RAKYAT KECIL, DAN SAYA TAHU BAGAIMANA MENYUDAHI ITU SEMUA. SAYA TIDAK MAIN-MAIN. ITU MAKANYA SAYA INGIN JADI WALIKOTA PALOPO. SAYA INGIN MEMBUKTIKAN BAHWA SEORANG ANAK PETANI MISKIN MAMPU MENCIPTA-KAN SEJARAH" pungkas Naja, mantap.

Rabu, 29 Oktober 2014

Natural Resources



Natural resources occur naturally within environments that exist relatively undisturbed by humanity, in a natural form. A natural resourceis often characterized by amounts of biodiversity and geodiversity existent in various ecosystems.

Natural resources are derived from the environment. Some of them are essential for our survival while most are used for satisfying our needs. Natural resources may be further classified in different ways.

Natural resources are materials and components (something that can be used) that can be found within the environment. Every man-made product is composed of natural resources (at its fundamental level). A natural resource may exist as a separate entity such as fresh water, and air, as well as a living organism such as a fish, or it may exist in an alternate form which must be processed to obtain the resource such as metal ores, oil, and most forms of energy.

There is much debate worldwide over natural resource allocations, this is partly due to increasing scarcity (depletion of resources) but also because the exportation of natural resources is the basis for many economies (particularly for developed nations).

Some natural resources such as sunlight and air can be found everywhere, and are known as ubiquitous resources. However, most resources only occur in small sporadic areas, and are referred to as localized resources. There are very few resources that are considered inexhaustible (will not run out in foreseeable future) – these are solar radiation, geothermal energy, and air (though access to clean air may not be). The vast majority of resources are exhaustible, which means they have a finite quantity, and can be depleted if managed improperly.

http://www.gunadarma.ac.id/

EKOLOGI

EKOLOGI
Secara harfiah, ekologi mengakar pada dua kata dari bahasa Yunani yakni Oikos dan juga Logos.
Oikos berarti rumah atau tempat untuk hidup. Kemudian Logos adalah ilmu. Jadi, bisa disimpulkan bahwa pengertian ekologi secara sederhana adalah ilmu yang mempelajari mahluk hidup di dalam rumahnya, atau bisa juga dikatakan bahwa Ekologi adalah ilmu mengenai rumah tangga mahluk hidup. Sebagian ilmuan juga menyepakati bahwa pengertian ekologi tak lain adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari hubungan antara organisme dengan lingkungannya. Lebih spesifik lagi, pengertian ekologi bagi sebagian orang adalah ilmu yang mencoba untuk memahami dan mempelajari hubungan antara binatang, tumbuhan, manusia dan juga lingkungannya, bagaimana mereka hidup, dimana mereka hidup, juga mengapa mereka berada di lingkungan tersebut.
Pengertian ekologi ini memang beragam, namun jika dicermati, kita bisa menarik kesimpulan bahwa inti dati ilmu ini adalah abiotik dan juga biotik. Abiotok adalah segala sesuatu yang tak hidup sementara biotok merujuk pada organisme-organisme makhluk hidup. Lebih jauh lagi, secara detil disebutkan bahwa ekoligi sebenarnya sebuah area belajar dimana pokok kajiannya adalah struktur juga fungsi ekosistem atau alam termasuk manusia di dalamnya. Ekologi adalah ilmu yang sangat dasar dan tidak menekankan pada praktek. Dengan demikian, orang yang belajar ekologi sesungguhnya mempertanyakan beberapa hal, antara lain :


Ahli ekologi mempelajari organisasi alam dalam tiga tingkatan:
1. Populasi,
2. Komunitas,
3. Ekosistem
Mereka menganalisa struktur, aktifitas dan perubahan yang terjadi di dalam dan diantara tingkatan-tingkatan ini. Ahli ekologi biasanya bekerja di lapangan, mempelajari cara kerja alam. Mereka sering berada di wilayah yang terisolasi seperti di sebuah kepulauan dimana hubungan antara tanaman dan binatang mungkinlebih sederhana dan mudah untuk dipahami. Misalnya ekologi dari Isle Royale sebuah pulau di danau Superior telah dipelajari secara luas. Banyak ilmuwan yang mengfokuskan pada cara memecahkan suatu masalah, seperti bagaimana cara mengendalikan efek kerusakan polusi udara dan air yang berpengaruh terhadap mahkluk hidup :
 1.POPULASI
Populasi adalah sekelompok mahkluk hidup dengan spesies yang sama, yang hidup di suatu wilayah yang sama dalam kurun waktu yang sama pula. Misalnya semua rusa di Isle Royale membentuk suatu populasi, begitu juga dengan pohon-pohon cemara. Ahli ekologi memastikan dan menganalisa jumlah dan pertumbuhan dari populasi serta hubungan antara masing-masing spesies dan kondisi-kondisi lingkungan.
Faktor yang menentukan populasi
Jumlah dari suatu populasi tergantung pada pengaruh dua kekuatan dasar. Pertama adalah jumlah yang sesuai bagi populasi untuk hidup dengan kondisi yang ideal. Kedua adalah gabungan berbagai efek kondisi faktor lingkungan yang kurang ideal yang membatasi pertumbuhan. Faktor-faktor yang membatasi diantaranya ketersediaan jumlah makanan yang rendah, pemangsa, persaingan dengan mahkluk hidup sesama spesies atau spesies lainnya, iklim dan penyakit.

Jumlah terbesar dari populasi tertentu yang dapat didukung oleh lingkungan tertentu disebut dengan kapasitas beban lingkungan untuk spesies tersebut. Populasi yang normal biasanya lebih kecil dari kapasitas beban lingkungan bagi mereka disebabkan oleh efek cuaca yang buruk, musim mengasuh bayi yang kurang bagus, perburuan oleh predator, dan faktor-faktor lainnya.
Faktor-faktor yang merubah populasi
Tingkat populasi dari spesies bisa banyak berubah sepanjang waktu. Kadangkala perubahan ini disebabkan oleh peristiwa-peristiwa alam. Misalnya perubahan curah hujan bisa menyebabkan beberapa populasi meningkat sementara populasi lainnya terjadi penurunan. Atau munculnya penyakit-penyakit baru secara tajam dapat menurunkan populasi suatu spesies tanaman atau hewan. Sebagai contoh peralatan berat dan mobil menghasilkan gas asam yang dilepas ke dalam atmosfer, yang bercampur dengan awan Dan turun ke bumi sebagai hujan asam. Di beberapa wilayah yang menerima hujan asam dalam jumlah besar populasi ikan menurun secara tajam.
 2.KOMUNITAS
Sebuah komunitas adalah kumpulan populasi tumbuhan dan tanaman yang hidup secara bersama di dalam suatu lingkungan. Serigala, rusa, berang-berang, pohon cemara dan pohon birch adalah beberapa populasi yang membentuk komunitas hutan di Isle Royale. Ahli ekologi mempelajari peranan masing-masing spesies yang berbeda di dalam komunitas mereka. Mereka juga mempelajari tipe komunitas lain dan bagaimana mereka berubah. Beberapa komunitas seperti hutan yang terisolasi atau padang rumput dapat diidentifikasi secara mudah, sementara yang lainnya sangat sulit untuk dipastikan.

Sebuah komunitas tumbuh-tumbuhan dan binatang yang mencakup wilayah yang sangat luas disebut biome. Batas-batas biome yang berbeda pada umumnya ditentukan oleh iklim. Biome yang utama termasuk diantaranya padang pasir, hutan, tundra, dan beberapa tipe biome air.

Peran suatu spesies di dalam komunitasnya disebut peran ekologi (niche). Sebuah peran ekologi terdiri dari cara-cara sebuah spesies berinteraksi di dalam lingkungannya, termasuk diantaranya faktor-faktor tertentu seperti apa yang dimakan atau apa yang digunakan untuk energi, predator yang memangsa, jumlah panas, cahaya atau kelembaban udara yang dibutuhkan, dan kondisi dimana dapat direproduksi.

Ahli ekologi memiliki catatan yang panjang tentang beberapa spesies yang menempati peran ekologi tinggi tertentu dalam komunitas tertentu.Berbagai penjelasan banyak yang diusulkan untuk hal ini. Beberapa ahli ekologi merasa bahwa hal ini disebabkan karena kompetisi jika dua spesies mencoba untuk mengisi peran ekologi "niche" yang sama, selanjutnya kompetisi untuk membatasi berbagai sumber daya akan menekan salah satu spesies keluar. Ahli lainnya berpendapat bahwa sebuah spesies yang menempati peran ekology yang tinggi, melakukannya karena tuntutan fisik yang keras tentang peran tertentu tersebut di dalam komunitas. Dengan kata lain hanya satu spesies yang menempati peran ekologi "niche" bukan karena memenangkan kompetisi dengan spesies lainnya, tetapi karena hanya satu-satunya anggota komunitas yang memiliki kemampuan fisik memainkan peran tersebut.
 Perubahan komunitas yang terjadi disebut suksesi ekologi. Proses yang terjadi berupa urutan-urutan yang lambat, pada umumnya perubahannya dapat diramalkan yakni dalam hal jumlah dan jenis mahkluk organisme yang ada di suatu tempat . Perbedaan intensitas sinar matahari, perlindungan dari angin, dan perubahan tanah dapat merubah jenis-jenis organisme yang hidup di suatu wilayah.
Perubahan-perubahan ini dapat juga merubah populasi yang membentuk komunitas. Selanjutnya karena jumlah dan jenis spesies berubah, maka karakteristik fisik dan kimia dari wilayah mengalami perubahan lebih lanjut. Wilayah tersebut bisa mencapai kondisi yang relatip stabil atau disebut komunitas klimaks, yang bisa berakhir hingga ratusan bahkan ribuan tahun.
Para ahli ekologi membedakan dua tipe suksesi yakni primer dan sekunder. Di dalam suksesi primer organisme mulai menempati wilayah baru yang belum ada kehidupan seperti sebuah pulau baru yang terbentuk karena letusan gunung berapi. Sebagai contoh anak krakatau yang terbentuk sejak 1928 dari kondisi steril, kini telah dihuni oleh puluhan spesies.

Suksesi sekunder terjadi setelah komunitas yang ada menderita gangguan yang besar sebagai contoh sebuah komunitas klimaks (stabil) hancur karena terjadinya kebakaran hutan. Komunitas padang rumput dan bunga liar akan tumbuh pertama kali. Selanjutnya diikuti oleh tumbuhan semak-semak. Terakhir pohon-pohonan baru muncul kembali dan wilayah tersebut akan kembali menjadi hutan hingga gangguan muncul kembali. Dengan demikian kekuatan-kekuatan alam yang terakhir menyebabkan terjadinya komunitas klimaks (stabil). Sebagai tambahan para ahli ekologi memandang kebakaran dan gangguan alam besar lainnya sebagai hal yang dapat diterima dan tetap diharapkan.
3 EKOSISTEM
Sebuah ekosistem adalah level paling kompleks dari sebuah organisasi alam. Ekosistem terbentuk dari sebuah komunitas dan lingkungan abiotiknya seperti iklim, tanah, air, udara, nutrien dan energi. Ahli ekologi sistem adalah mereka yang mencoba menghubungkan bersama beberapa perbedaan aktifitas fisika dan biologi di dalam suatu lingkungan. Penelitian mereka seringkali terfokus pada aliran energi dan perputaran material-material yang ada di dalam sebuah ekosistem. Mereka biasanya menggunakan komputer yang canggih untuk membantu memahami data-data yang dikumpulkan dari penelitian di lapangan dan untuk memprediksi perkembangan yang akan terjadi.

Aliran Energi

Para ahli ekologi mengkategorikan elemen-elemen yang membentuk atau yang memberi efek pada sebuah ekosistem menjadi 6 bagian utama berdasarkan para aliran energi dan nutrien yang mengalir pada sistem:
1. Matahari
2. Bahan-bahan anorganik
3. Produsen
4. Konsumen Pertama
5. Konsumen Kedua
6. Pengurai

Sebuah ekosistem yang sederhana dapat digambarkan seperti berikut. Matahari menyediakan energi yang hampir dibutuhkan semua produsen untuk membuat makanan. Produsen terdiri dari tanaman-tanaman hijau seperti rumput dan pohon yang membuat makanan melalui proses fotosintesis. Tanaman juga membutuhkan bahan-bahan abiotik seperti air dan pospor untuk tumbuh. Yang termasuk konsumen pertama diantaranya tikus, kelinci, belalang dan binatang pemakan tumbuhan lainnya. Ular, macan dan konsumen kedua lainnya atau yang biasa disebut dengan predator adalah pemakan binatang. Pengurai seperti jamur dan bakteri, menghancurkan tanaman dan binatang yang telah mati menjadi nutrien-nutrien sederhana. Nutrien-nutrien tersebut kembali ke dalam tanah dan digunakan kembali oleh tanaman-tanaman.

Tingkatan-tingkatan energi yang berkesinambungan yang berlangsung dalam bentuk makanan ini disebut rantai makanan. Di dalam sebuah rantai makanan yang sederhana rumput adalah produsen, konsumen pertama seperti kelinci memakan rumput. Kelinci selanjutnya dimakan oleh konsumen kedua misalnya ular atau macan. Bakteri pengurai menghancurkan sisa-sisa rumput yang mati, kelinci, ular, dan macan yang tidak termakan, sama halnya seperti menghancurkan kotoran binatang.

Sebagian besar ekosistem memiliki suatu variasi produsen, konsumen dan pengurai yang membentuk sebuah rantai makanan yang saling tumpang tindih yang dinamakan jaringan makanan. Jaringan-jaringan makanan terutama sekali terdapat di ekosistem wilayah tropis dan ekosistem lautan.

Beberapa spesies makan banyak jenis makanan tetapi ada juga yang membutuhkan makanan yang khusus. Konsumen pertama seperti koala dan panda terutama makan satu jenis tanaman. Makanan utama koala adalah eucalyptus dan makanan utama panda adalah bambu. Jika tanaman-tanaman ini mati maka kedua binatang tersebut juga ikut mati.

Energi yang berpindah melalui sebuah ekosistem berada dalam sebuah urutan transformasi. Pertama produsen merubah sinar matahari menjadi energi kimia yang disimpan di dalam protoplasma (sel-sel tumbuhan) di dalam tanaman. Selanjutnya konsumen pertama memakan tanaman, merubah energi menjadi bentuk energi kimia yang berbeda yang disimpan di dalam sel-sel tubuh. Energi ini berubah kembali ketika konsumen kedua makan konsumen pertama.

 http://www.gunadarma.ac.id/

Kamis, 03 Juli 2014

MANUSIA DAN HARAPAN

Tugas Softskill 
Arif Rahman Hakim : 1141 3332
1ib02



MANUSIA DAN HARAPAN
         Harapan dalam kehidupan manusia merupakan cita-cita, keinginan, penantian, kerinduan supaya sesuatu itu terjadi. Dalam menantikan adanya sesuatu yang terjadi dan diharapkan, manusia harus melibatkan manusia lain atau kekuatan lain di luar dirinya supaya sesuatu terjadi atau terwujud.
         Menurut macamnya ada harapan yang optimis dan harapan pesimistis (tipis harapan). Harapan yang optimis artinya sesuatu yang akan terjadi itu sudah memberikan tanda-tanda yang dapat dianalisis secara rasional, bahwa sesuatu yang akan terjadi akan muncul pada saatnya. Dan harapan yang pesimistis ada tanda-tanda rasional tidak akan terjadi.
         Harapan itu ada karena manusia hidup. Manusia hidup penuh dengan keinginannya atau maunya. Setiap manusia memiliki harapan yang berbeda-beda, orang yang berpikir luas, harapannya pun akan luas. Begitupun sebaliknya, orang yang berpikir sempit maka harapannya juga akan sempit.
         Harapan itu bersifat manusiawi dan dimiliki semua orang. Dalam hubungannya dengan pendidikan moral, untuk mewujudkan harapan perlu di wujudkan hal-hal sebagai berikut :
  1. Harapan apa yang baik
  2. Bagaimana cara mencapai harapan itu
  3. Bagaiman bila harapan tidak tercapai
         Jika manusia mengingat bahwa kehidupan tidak hanya di dunia saja namun di akhirat juga, maka sudah selayaknya harapan manusia untuk hidup di kedua tempat tersebut bahagia. Dengan begitu manusia dapat menyelaraskan kehidupan antara dunia dan akhirat, dan selalu berharap bahwa hari esok lebih baik dari pada hari ini. Namun kita sebagai manusia harus sadar bahwa harapan tidak selamanya menjadi kenyataan dan terwujud.

MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB

Manusia dan Tanggung Jawab

Dalam konteks sosial manusia merupakan makhluk sosial. Ia tidak dapat hidup sendirian dengan perangkat nilai-nilai selera sendiri. Nilai-nilai yang diperankan seseorang dalam jalinan sosial harus dipertanggungjawabkan sehingga tidak mengganggu konsensus nilai yang telah disetujui bersama.
Tanggung jawab erat kaitannya dengan kewajiban. Kewajiban adalah sesuatu yang dibebankan terhadap seseorang, kewajiban merupakan tandingan terhadap hak, dan dapat juga tidak mengacu kepada hak, maka tanggung jawab dalam hal ini adalah tanggung jawab terhadap kewajibannya.
Kewajiban dibagi menjadi dua, yaitu:
                                                     a) Kewajiban terbatas
                                                     b) Kewajiban tidak terbatas

Pengertian  Tanggung Jawab

Tanggung jawab adalah sifat terpuji yang mendasar dalam diri manusia. Selaras dengan fitrah. Tapi bisa juga tergeser oleh faktor eksternal. Setiap individu memiliki sifat ini. Ia akan semakin membaik bila kepribadian orang tersebut semakin meningkat. Ia akan selalu ada dalam diri manusia karena pada dasarnya setiap insan tidak bisa melepaskan diri dari kehidupan sekitar yang menunutut kepedulian dan tanggung jawab. Inilah yang menyebabkan frekwensi tanggung jawab masing-masing individu berbeda.
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja.tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.
Tanggung jawab menurut kamus umum Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya.Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tangung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya.
Manusia yang bertanggung jawab adalah manusia yang berani menghadapi masalahnya sendiri.

Macam-Macam Tanggung Jawab 

Ada beberapa jenis tanggung jawab, yaitu :

1. Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri, menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Dengan demikian bisa memecahkan masalah-masalah mengenai dirinya sendiri. Menurut sifat dasarnya, manusia adalah makhluk bermoral, tetapi manusia juga seorang pribadi, karena itu manusia mempunyai pendapat sendiri, perasaan sendiri, dan angan-angan sendiri.
2.Tanggung Jawab Terhadap Keluarga
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Tiap anggota keluarga wajib bertanggungjawab pada keluarganya. Tanggung jawab ini tidak hanya menyangkut nama baik keluarga, tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan.
3.Tanggung Jawab Terhadap Masyarakat
Pada hakekatnya, manusia tidak dapat hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai makhluk sosial. Karena membutuhkan manusia lain, maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian, manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab, agar dapat melangsungkan hidupnya di dalam masyarakat tersebut.
4.Tanggung Jawab Kepada Bangsa / Negara
Setiap manusia atau individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir dan bertindak, manusia terikat oleh norma-norma dan aturan. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Jika perbuatannya salah, dan melanggar aturan dan norma tersebut, maka manusia itu harus bertanggung jawab kepada bangsa atau negaranya.
5.Tanggung Jawab terhadap Tuhan
Penciptaan manusia dilandasi oleh sebuah tujuan luhur. Maka, tentu saja keberadaannya disertai dengan berbagai tanggungjawab. Konsekuensi kepasrahan manusia kepada Allah Swt, dibuktikan dengan menerima seluruh tanggungjawab (akuntabilitas) yang datang dari-Nya serta melangkah sesuai dengan aturan-Nya. Berbagai tanggungjawab ini, membentuk suatu relasi tanggungjawab yang terjadi antara Tuhan, manusia dan alam. Hal tersebut meliputi antara lain: tanggungjawab manusia terhadap Tuhan, tanggungjawab manusia terhadap
sesama, tanggungjawab manusia terhadap alam semesta serta tanggungjawab manusia tehadap dirinya sendiri. Tanggungjawab manusia terhadap Tuhan meliputi dua aspek pokok. Pertama, mengenal Tuhan. Kedua, menyembah dan beribadah kepada-Nya.

MANUSIA DAN KASIH SAYANG

MANUSIA DAN KASIH SAYANG


Kasih sayang adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang. Apabila suatu hubungan cinta diakhiri dengan sebuah pernikahan maka hal ini akan menimbulkanperasaan yang lebih dewasa lagi dan juga menuntut agar suatu hubungan tersebut lebih bertanggung jawab, perasaan inilah yang disebut dengan kasih sayang. Berbicara soal mengenai kasih sayang tentu tak lepas dari cinta. Oleh karenanya antara kasih sayang, cinta dan kemesraan tak bisa pisah-pisahkan meskipun semua beda penegertian, sebab semuanya saling mengaitkan.
Cinta dan kasih sayang adalah salah satu kebutuhan manusia yang paling asasi. Dengan cinta dan kasih sayang dapat menciptakan suasana damai dan tentram, namun cinta dan kasih sayang bisa bernilai sebaliknya yang dapat menimbulkan peperangan. Misalnya jika negara kita diserang oleh negara lain, karena rasa cinta kepada bangsa dan sayang kepada keluarga atau rekan kita yang menjadi korban maka kita akan rela berperang. Cinta dan kasih sayang bernilai sangat universal. Cinta dan kasih sayang adalah bahasa zaman yang tak pernah lekang olehnya.
Sepintas cinta dan kasih sayang akan berdampak kepada rasa aman dan damai, akan tetapi di sisi lain perasaan cinta berdasarkan suatu keadaan konflik kepentingan dapat menimbulkan malapetaka yang sangat berlawanan dari makna cinta dan kasih sayang. Pemaparan di atas menggambarkan rasa cinta dan kasih sayang tersebut ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi dapat menciptakan rasa tenteram dan damai, akan tetapi di sisi lain dapat menimbulkan rasa takut dan malapetaka dan kehancuran.
Manusia yang paling bermanfaat adalah manusia yang mampu memberikan cinta kasih terhadap sesamanya. Tanpa kasih sayang, mustahil manusia dapat menciptakan ketenteraman di kehidupnya. Kasih sayan adalah proses yang berjalan secara manusiawi oleh tiap insan yang hidup di dunia. Jadi, kasih sayang adalah hak dan kewajiban bagi setiap manusia untuk memperoleh kebahagiaan yang hakiki.

Sumber :  juliardibachtiar